Agar Cantik dan Terjaga Baik Gunakan Tabir Surya Terpisah dari Kosmetik

Agar Cantik dan Terjaga Baik Gunakan Tabir Surya Terpisah dari Kosmetik

Ada banyak produk kosmetik yang mengklaim memiliki kandungan tabir surya (SPF). Namun, seperti halnya sampo mengandung kondisioner, para ahli menganggap hal ini hanya bagus dikonsepnya.

Secara teknis, SPF dalam foundation tak berbeda dengan produk tabir surya terpisah, dan bisa melindungi kulit dari bahaya sinar matahari.

Agar efektif, kita juga perlu tahu cara pemakaian yang tepat.

"Untuk mencapai kadar SPF seperti yang tertulis di label, kita harus memakai sekitar 2 mg produk persenti meter kulit, atau sekitar satu sendok ke wajah," kata ahli dermatologi Sonia Batra MD dari California.

Masalahnya, menurut Batra, kebanyakan orang tidak memakai tabir surya dalam jumlah yang direkomendasikan, bahkan kurang dari separuh yang disarankan.

Selain itu, para ahli juga menyarankan agar kita memakai ulang tabir surya setiap dua jam saat berada di bawah sinar matahari. Tentu kita tidak memakai foundation tiap dua jam bukan?

Itu sebabnya, menurut Batra, kebanyakan produk kosmetik yang mengandung SPF kurang efektif melindungi.

"Kandungan SPF dalam kosmetik ibarat taburan gula di cake. Memang kosmetik yang mengandung SPF membantu, tapi bukan perlindungan utama," katanya.

Untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari, lebih baik gunakan tabir surya yang terpisah dari kosemtik.

"Gunakan dulu tabir surya, biarkan meresap sebelum memakai make up. Aplikasikan di seluruh wajah dan leher," saran Batra.

Jika kamu ingin membeli produk kosmetik mengandung SPF, pastikan memiliki tabir surya dengan perlindungan spektrum yang luas, yaitu melindungi dari UVA dan UVB.

Pilih kosmetik yang kandungan SPF-nya lebih dari 15, idealnya 30. Walau tiap produk kosmetik yang kamu pakai mengandung SPF, bukan berarti kadar SPF-nya akan terakumulasi.

Sebagai contoh, jika pelembab wajah kamu mengandung SPF 30 dan SPF 15 di foundation, bukan berarti kulitmu mendapat perlindungan SPF 45. Menurut Batra, SPF-nya tetap 30.

Salah satu produk kosmetik yang menurut Batra wajib mengandung SPF adalah lip balm.

"Bibir hampir tidak mengandung melain, sehingga perlu perlindungan ekstra dari sinar matahari," katanya.

Memakai lipstik yang "matte" juga lebih disarankan dibanding glossy, karena produk yang berkilau lebih menarik sinar matahari dan memperparah efek terbakar.

Cari Jawaban dari Domba Soal Mengapa Ada Rambut yang Keriting

Cari Jawaban dari Domba Soal Mengapa Ada Rambut yang Keriting

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa ada orang yang berambut keriting? Pertanyaan itu diselidiki dalam penelitian yang baru diterbitkan di Journal of Experimental Biology.

Dalam studi ini, para peneliti dari AgResearch di Selandia Baru mempelajari bulu dari enam domba Merino yang memiliki struktur sel tipis.

Untuk mengambil sampel, bulu-bulu domba ini dibersihkan menggunakan air murni terlebih dahulu supaya tidak saling melekat satu sama lain. Setelah itu, para peneliti mengeringkannya menggunakan alat khusus agar keikalan bulu tidak berubah.

Bulu yang sudah tidak basah kemudian diamati di bawah mikroskop. Dari situ, peneliti mendata panjang sel serta mengukur perbedaan jumlah tipe sel yang ada. Tak hanya itu, lengkungan tiap sampel ikut ditelaah.

Cara ini dilakukan para peneliti untuk mengetes dua teori soal rambut ikal.

Teori pertama menyebutkan bahwa helaian rambut yang ikal terbentuk karena sel mengalami pembelahan lebih cepat dibandingkan sel pada sisi lainnya. Ternyata, teori ini bisa disanggah lewat penelitian ini karena tidak ada perbedaan jumlah sel pada lengkungan rambut keriting.

Untuk teori kedua, peneliti lebih sepakat, tetapi tidak sepenuhnya akurat. Teori tersebut berkata bahwa sel ortokortikal dan sel parakortikal menentukan apakah rambut akan menjadi ikal ata tidak.

Pada bulu domba, sel ortokortikal ditemukan selalu lebih panjang daripada sel parakortikal sehingga rambut menjadi ikal. Namun, terkadang bisa saja sel parakortikal lebih panjang dari sel ortokortikal.

Untuk diketahui, sel ortokortikal berada di tepi bagian luar lengkung rambut yang keriting, sedangkan sel parakortikal ada di dekat bagian dalam lengkung rambut yang keriting.

"Apa yang kami tidak sangka, dua teori ini tidak ada yang secara tepat memprediksi kenapa rambut ikal," ujar Duane Harland, salah satu peneliti, dikutip dari New York Times, Jumat (23/3/2018).