Glenn Sang Maestro Lagu Hikayat Cinta

Glenn Sang Maestro Lagu Hikayat Cinta

Demi penguasa bumi dan surga, engkau memang indah, wohohoo… Lirik yang booming pada tahun 2008 ini merupakan lagu Glenn Fredly berjudul Hikayat Cinta. Diciptakan dan dinyanyikan duet dengan Dewi Perssik seorang penyanyi dangdut pemula kala itu. Sensasional, karena merupakan perpaduan antara R&B dan dangdut. Lebih luar biasa lagi proses pembuatan lagu ini yang terbilang amat cepat, dari menulis lirik sampai merekam suara hanya membutuhkan waktu 3 jam. Namun, kualitas lirik dan musik yang dihasilkan nyatanya perfectly blended.

Dewi Perssik menceritakan kisah mengharukan mengenai perhatian Glenn pada dirinya yang saat itu berada dalam kondisi terpuruk karena kasus perceraiannya dengan Syaipul Jamil. Tatapan bernada merendahkan dari rekan-rekan artis dan musisi selalu membayanginya. Belum lagi cibiran khalayak pada janda berusia 20 tahun itu. Namun, Glenn tidak begitu. Justru semangat dan kepercayaan penuh diberikan Glen. Duet dan kepercayaan itu menjadi titik balik karir seorang Dewi Perssik. Ia mulai dianggap dikancah musik Indonesia. Pun dangdut mulai mendapatkan tempat yang layak dan dianggap sebagai musik yang berkelas. 

Bagi Dewi, Glenn is a hero.

Sayangnya kepergian Glenn pada April 2020 rasanya terlalu cepat. Usianya baru 44 tahun, karirnya begitu cemerlang, dan anak kandungnya bahkan baru berusia satu setengah bulan. Glenn sangat peduli pada para musisi pemula seperti Dewi Persssik saat itu seperti kepedulian Smartfren pada para pelanggannya. Dengan berita Smartfren yang selalu hangat, up to date, dan dapat dijadikan panduan dalam memanfaatkan internet sebaik-baiknya dengan cara yang asyik. Tidak hanya pada para penggunanya, Smartfren menunjukkan perhatian mereka pada para musisi atas dampak corona dengan mengadakan konser online #WOWKustik sejak April 2020. 

Jika menelisik karya sang maestro, banyak sekali lagu Glenn Fredly yang merajai tangga lagu di kancah musik Indonesia. Ciri khas lirik lagunya yang romantis dan musiknya yang syahdu mendalam karena selalu dibuat dengan sepenuh hati. Pesan yang disampaikan dari hati tentu akan sampai pula ke hati para pendengarnya. Sungguh kepergiannya membawa duka yang teramat dalam bagi para musisi dan penyanyi serta pecinta musik tanah air. Sangat tidak mudah memang menemukan seorang maestro yang memiliki kepribadian yang humble seperti mendiang Glenn Fredly. Demikian hikayat cinta seorang Glenn Fredly.

Jenis-jenis Bed Pasien IGD yang Disarankan Oleh Kementerian Kesehatan

Bed Pasien IGD

Rumah sakit harus mengikuti peraturan Kementerian Kesehatan, terkait pemilihan ranjang untuk pasien. Sebab menyangkut kesehatan pasien supaya mengalami pemulihan lebih cepat. Para medis wajib memprioritaskan kebutuhan pasien dalam segi apapun, termasuk tempat tidur yang akan dipakai. Apalagi bed pasien IGD yang memang memerlukan fasilitas ekslusif, mengingat rata-rata pasiennya berada dalam kondisi darurat.

Jenis Ranjang Pasien yang Bisa Dipakai 

1. Ranjang Pasien Elektrik 

Tempat tidur pasien ini memang di desain elegan dengan level kenyamanan paling baik. Jenisnya sering ditemukan di ruangan VIP karena memang model ranjangnya cukup eksklusif. Tentunya harga mahal membawa fitur yang premium, sehingga membuat pasien lebih nyaman. Hanya perlu menikan tombol dengan remote control jika ingin mengubah posisi. Pada bagian rodanya terdapat rem sehingga memudahkan brankar saat bergerak. 

2. Ranjang Pasien Manual 

Fasilitas unit IGD memang tidak se-mewah ruang inap karena hanya sebagai tempat pasien singgah. Jadi tidak heran bila bed pasien IGD masih menggunakan tipe ranjang manual. Cara penggunaannya pun perlu diputar searah jarum jam, untuk mengatur posisi pasien. Ukuran ranjang juga tidak terlalu lebar dan diisi lebih dari satu pasien. Ketebalan kasurnya tidak setebal ranjang elektrik, tetapi masih menawarkan kenyamanan untuk pasien IGD. 

3. Ranjang Satu Engkol 

Jenis tempat tidur ini hampir mirip dengan ranjang manual, dan biasa ditemukan di kamar kelas tiga. Fungsi ranjang hanya berada di bagian kepala saja karena memang cuma memiliki satu manfaat. Ranjang hanya bisa menaikkan tempat tidur di bagian kepala, agar pasien bisa tidur dengan nyaman. Karena jenis ranjang manual jadi memerlukan bantuan orang lain untuk memindah posisi, atau bila ingin naik atau turun dengan mudah. 

4. Ranjang Dua Engkol 

Rata-rata tempat tidur rumah sakit harga yang ditawarkan tidak sama, tergantung jenisnya. Seperti ranjang dua engkol ini yang dibanderol dengan harga standar, karena hanya memiliki satu manfaat. Kenyamanan pasien hanya di bagian kaki saja, bisa dinaikkan sehingga dapat menekuk keatas. Namun cara pengaturannya masih membutuhkan bantuan perawat atau kerabat yang sedang menunggu. 

5. Ranjang Tiga Engkol 

Tempat tidur pasien ini merupakan gabungan dari jenis satu engkol dan dua engkol. Sehingga bisa diatur kenyamanannya pada bagian kepala, punggung, dan kaki. Selain itu bisa menurunkan tempat tidur apabila pasien merasa ranjang terlalu tinggi. Desainnya dapat memberikan rasa aman dan nyaman, serta mudah bagi dokter untuk melakukan pemeriksaan. 

Ranjang rumah sakit memiliki banyak jenis yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Meskipun harga dan fungsinya berbeda namun sudah di desain penuh kenyamanan. Jadi mana pun ranjangnya tidak perlu diragukan lagi tingkat keamanannya. Apalagi ranjang di ruang IGD yang biasanya tidak terlalu mewah seperti di unit perawatan. Karena IGD hanya tempat pasien sementara sebelum Ia mendapatkan kamar rujukan.